
FOTO: (Dok, Naronews.com) Warga yang terkena dampak kekeringan dan kerusakan tanaman berkumpul di salah satu area yang terkena dampak untuk menerima bantuan pangan dari Pemerintah Kabupaten Puncak, Selasa (4/8/2026).
PUNCAK, PAPUA TENGAH, NARONEWS.COM – 4 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Puncak memberikan bantuan makanan kepada warga yang mengalami kesulitan akibat kekeringan dan gagal panen yang terjadi karena cuaca ekstrem di daerah pegunungan selama hampir dua bulan terakhir.
Bantuan tersebut diberikan sesuai instruksi Bupati Puncak melalui Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah bersama Tim Penanggulangan Bencana Alam kepada warga di Distrik Agandugume, Distrik Lambewi, dan Distrik Oneri. Penyaluran ini dilakukan sebagai langkah pemerintah daerah untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan makanan karena tanaman pertaniannya rusak.
Cuaca ekstrem yang meliputi suhu dingin yang berlangsung lama, hujan es, dan embun beku menyebabkan berbagai tanaman pangan seperti ubi, sayuran, serta komoditas hasil kebun lainnya mengalami kerusakan. Kondisi itu menyebabkan hasil panen berkurang, sehingga kebutuhan pangan warga di beberapa kampung menjadi semakin terbatas.
Dalam catatan penyaluran bantuan, terlihat ratusan warga, termasuk anak-anak dan orang tua, berkumpul untuk menerima bantuan yang diberikan langsung oleh pemerintah setempat. Bantuan berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sampai masa pemulihan selesai dan kegiatan pertanian kembali berjalan normal.
Pemerintah Kabupaten Puncak mengatakan akan terus memantau situasi di daerah yang terkena dampak serta bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bantuan kemanusiaan sampai tepat kepada yang membutuhkan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan pangan tetap tercukupi dan melindungi masyarakat dari pengaruh bencana alam.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan bahwa di awal Agustus 2026, beberapa wilayah Indonesia masih mengalami cuaca kering yang disebabkan oleh musim kemarau dan perubahan iklim.Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta lebih waspada terhadap kemungkinan terjadinya kekeringan dan dampaknya terhadap sektor pertanian.
