
FOTO: Asli Erinus, Tulisan pendapat dari NARONEWS. COM mengangkat isu yang dihadapi oleh generasi muda di zaman sekarang yang cenderung meninggalkan aspek spiritual;
NARONEWS. COM – Kemajuan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan serta derasnya informasi saat ini telah membawa generasi muda menuju era yang menawarkan banyak kesempatan. Namun, di balik semua itu, terdapat tantangan besar yang muncul, yaitu semakin berkurangnya kesadaran untuk menjalani kehidupan rohani dan berhubungan dengan Tuhan.
Kondisi ini terlihat dari banyaknya pemuda yang mulai menjauhi kebiasaan untuk beribadah. Gereja yang dulunya menjadi tempat pertumbuhan iman kini seringkali dianggap sebagai pilihan daripada kebutuhan yang utama. Aktivitas sehari-hari, media sosial, dan hiburan lainnya perlahan-lahan mengisi ruang yang seharusnya menjadi milik Tuhan.
Ironisnya, banyak di antara mereka yang bangga akan kemampuan intelektual, prestasi akademik, dan keahlian dalam teknologi. Namun, semua pencapaian tersebut belum tentu sejalan dengan perkembangan karakter dan spiritualitas. Kecerdasan yang tidak disertai dengan kebijaksanaan bisa membuat seseorang merasa mampu menjalani hidup tanpa bimbingan, padahal mereka belum sepenuhnya paham akan makna kehidupan yang sesungguhnya.
Kehidupan bukan hanya diukur dari seberapa pintar, sukses, atau terkenal seseorang. Itu juga berkaitan dengan memiliki karakter yang baik, hati yang rendah, serta menjalin hubungan yang dekat dengan Tuhan. Nilai-nilai inilah yang membentuk individu menjadi seseorang yang kuat dan bijaksana dalam menghadapi tantangan zaman.
Gereja bukan hanya sekadar tempat untuk beribadah, melainkan juga sebuah ruang untuk mengembangkan iman, membentuk karakter, serta menciptakan komunitas yang mendukung setiap individu yang percaya. Ketika kaum muda menjauh dari gereja, mereka berisiko kehilangan tujuan, prinsip moral, serta dasar iman yang seharusnya memandu setiap keputusan dalam hidup mereka.
Oleh karenanya, orang muda perlu menyadari bahwa masa depan yang cerah tidak hanya dibangun melalui pendidikan dan karir, tetapi juga dari kehidupan spiritual yang seimbang. Dunia memerlukan generasi yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga tangguh secara spiritual, memiliki integritas, dan menghormati Tuhan.
Sekarang adalah waktu bagi kaum muda untuk menjadikan Tuhan sebagai fokus utama dalam hidup mereka. Melalui doa, membaca Alkitab, serta ketekunan dalam beribadah dan melayani, mereka sedang membangun landasan yang kokoh yang tidak mudah tergoyahkan oleh perubahan zaman.
Karena pada akhirnya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari seberapa tinggi pendidikan atau posisi yang dicapai, tetapi dari bagaimana cara seseorang hidup dalam kebenaran, mencintai Tuhan, dan menjadi berkat untuk orang lain.
“Takut akan Tuhan adalah awal dari pengetahuan, tetapi orang yang bodoh menghina kebijaksanaan dan pengajaran. ” (Amsal 1:7).
