
Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, S. Sos. , berkomunikasi dengan pengurus BPP IPMAP Se-Jawa Bali dalam pertemuan untuk menyampaikan usulan mahasiswa di Semarang. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai pembangunan asrama mahasiswa, peningkatan layanan kesehatan, fasilitas pendidikan, serta dukungan terhadap program organisasi mahasiswa. (Foto: Dok. BPP IPMAP Se-Jawa Bali)
SEMARANG, NARONEWS.COM – Organisasi Badan Pengurus Pusat (BPP) Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Puncak (IPMAP) Se-Jawa Bali mengajukan delapan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Puncak dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Semarang. Tuntutan ini mencakup pembangunan asrama untuk mahasiswa, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, penyediaan fasilitas pendidikan, serta dukungan untuk program-program organisasi mahasiswa. pertemuan pada 13 Juli 2026 di semarang.
Ketua BPP Pusat IPMAP Se-Jawa Bali, Tekinus Numan, menjelaskan bahwa tuntutan ini berasal dari kebutuhan yang nyata para mahasiswa asli Kabupaten Puncak yang sedang menuntut ilmu di berbagai lokasi di Pulau Jawa dan Bali.
Tuntutan yang diajukan mencakup pembangunan asrama di wilayah Jawa dan Bali, kolaborasi dengan rumah sakit untuk mempermudah akses layanan kesehatan, penyediaan sarana pendidikan seperti komputer, serta kemudahan memperoleh bantuan pendidikan bagi mahasiswa dari Kabupaten Puncak.
Selain itu, mahasiswa juga berharap agar Pemerintah Kabupaten Puncak memberikan perhatian lebih kepada pelajar dari Kabupaten Puncak yang sedang belajar di Pulau Jawa, mendukung kegiatan organisasi mahasiswa sebagai wadah pengembangan kepemimpinan, serta memastikan pelaksanaan Program Puncak Cerdas dilakukan secara adil dan mengutamakan kepentingan siswa.
Mahasiswa juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Puncak terhadap berbagai program kerja organisasi mahasiswa sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menanggapi tuntutan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, S. Sos., menyatakan bahwa pemerintah daerah akan menerima semua masukan dari mahasiswa dan menjadikannya sebagai acuan dalam penyusunan kebijakan sesuai dengan sumber daya keuangan dan kondisi daerah yang ada.
Dalam kesempatan ini, Nenu Tabuni juga meminta agar BPP IPMAP Se-Jawa Bali menyerahkan data mahasiswa, terutama mahasiswi, sebagai pertimbangan pemerintah dalam menilai penyediaan fasilitas tempat tinggal atau kontrakan bagi mahasiswi dari Kabupaten Puncak yang sedang belajar di Jawa dan Bali.
Ia menyadari bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Puncak masih menghadapi sejumlah tantangan dalam menjalankan pemerintahan dan pembangunan. Namun, pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan kepada masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan.
Dalam pertemuan itu, BPP Pusat IPMAP Se-Jawa Bali juga menyerahkan proposal untuk kegiatan Perayaan Natal IPMAP Se-Jawa Bali serta rencana Program Kerja BPP Pusat IPMAP Se-Jawa Bali kepada Pemerintah Kabupaten Puncak. Proposal tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah sebagai bagian dari komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi mahasiswa.
Diskusi berlangsung dalam suasana yang konstruktif. Kedua belah pihak berharap agar komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Puncak dengan IPMAP Se-Jawa Bali dapat terus terjalin untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan kesejahteraan mahasiswa dari Kabupaten Puncak yang berada di perantauan

FOTO: bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak dan mahasiswa Puncak Se-jawa dan bali, mendengarkan aspirasi mahasiswa IPMAP Se-Jawa Bali dalam sebuah pertemuan di Semarang. Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Nenu Tabuni, S. Sos. , berkomunikasi dengan pengurus BPP IPMAP Se-Jawa Bali dalam pertemuan untuk menyampaikan usulan mahasiswa di Semarang. Dalam pertemuan tersebut, dibahas mengenai pembangunan asrama mahasiswa, peningkatan layanan kesehatan, fasilitas pendidikan, serta dukungan terhadap program organisasi mahasiswa. (Foto: Dok. BPP IPMAP Se-Jawa Bali)
