Gedung Komnas HAM RI di Jakarta, menjadi pusat desakan publik terkait kelanjutan investigasi Tragedi Kemburu Berdarah. 08/6/2026.

JAKARTA, NARONEWS.COM — Penanganan peristiwa Tragedi Kemburu Berdarah yang telah berlangsung lebih dari dua bulan kini menjadi sorotan. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI diminta segera memberikan kejelasan dan transparansi hukum mengenai hasil penyelidikan kasus tersebut.

Kecepatan yang lambat dari institusi pemerintah ini menimbulkan rasa kecewa yang mendalam, baik dari pihak pendamping hukum maupun dari kalangan mahasiswa. Keluarga korban dan masyarakat saat ini masih menunggu kepastian mengenai status penyelidikannya.

LBHI Pertimbangkan Melapor ke Forum Internasional

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (LBHI), Emanuel Gobai, secara tegas mempertanyakan kemajuan penanganan kasus yang dianggap mandek. Ia berpendapat bahwa sikap Komnas HAM yang tidak terbuka akan hanya memperburuk keadaan psikologis keluarga-keluarga korban yang menantikan keadilan.

Emanuel mendesak Komnas HAM RI untuk secara berkala menyampaikan perkembangan investigasi kepada publik. Jika lembaga ini terus bersikap pasif, mereka tidak akan ragu untuk mengambil langkah hukum yang lebih tinggi.

“Jika tidak ada tindakan yang jelas, tegas, dan terbuka dari Komnas HAM, kami akan mempertimbangkan untuk membawa laporan kasus ini ke mekanisme hak asasi manusia di tingkat internasional,” kata Emanuel Gobai dalam pernyataan resminya.

Mahasiswa Ancam Unjuk Rasa dan Mosi Tidak Percaya

Rasa kecewa serupa juga disampaikan oleh mahasiswa yang telah mengawal kasus ini sejak awal. Mereka menilai Komnas HAM tidak memprioritaskan keadilan bagi para korban.

Perwakilan mahasiswa menuntut Komnas HAM segera:

  • Menyediakan kepastian hukum yang jelas untuk semua pihak.
  • Menyajikan hasil investigasi lapangan dengan transparan.
  • Mengeluarkan rekomendasi resmi yang kukuh sesuai dengan kewenangan lembaga.

Gerakan mahasiswa juga mengeluarkan peringatan serius. Apabila tuntutan ini diabaikan dan tidak mendapat tanggapan yang memadai dalam waktu dekat, mereka mengancam akan menggelar demonstrasi dengan tuntutan yang lebih keras.

“Kami siap melaksanakan demonstrasi dengan tuntutan pembubaran lembaga Komnas HAM serta menyatakan mosi tidak percaya terhadap kredibilitas lembaga tersebut,” tegas salah satu koordinator lapangan mahasiswa.

Harapan Masyarakat: Profesional dan Berkeadilan

Tragedi Kemburu Berdarah kini menjadi tantangan besar bagi komitmen penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Masyarakat sangat berharap agar penyelesaian kasus ini dilakukan dengan cara yang profesional, independen, transparan, dan adil.

Pengungkapan kebenaran secara jelas sangat penting agar hak-hak korban dan keluarga yang ditinggalkan dapat terpenuhi sepenuhnya, sesuai dengan prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia yang berlaku secara global.