Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan pers tentang situasi keamanan dan bahaya penggunaan drone di area utara. Foto perdana menterri israel
NARONEWS.COM, NOF HAGALIL — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan dengan tegas komitmennya untuk memperkuat lini pertahanan utara negaranya terhadap ancaman drone dari Hezbollah. Hal ini disampaikan pada hari Kamis di Nof HaGalil, menekankan bahwa pemerintahnya bertekad meningkatkan upaya keamanan sebagai antisipasi maraknya serangan drone yang berasal dari kelompok milisi Lebanon.
Pidato kuat ini disampaikan dalam rapat kabinet khusus di Nof HaGalil, di mana Netanyahu menyatakan, “Tantangan terbesar kita saat ini adalah drone. Kita bekerja keras mengatasi ini, namun yang terpenting adalah keamanan. Kita akan mengembalikan keamanan di Utara, seperti yang telah kita lakukan di Selatan.
Ketegangan terus membayangi perbatasan Israel-Lebanon, bahkan setelah gencatan senjata yang dimediasi AS di bulan April lalu. Selain menghadapi pergerakan Hezbollah, Israel juga tetap siaga terhadap potensi eskalasi ketegangan dengan Iran.
Di tengah situasi ini, Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan pernyataan optimis mengenai kemampuannya menyelesaikan kesepakatan damai dengan Iran dalam dua hingga tiga hari.
Namun, Netanyahu mengambil sikap yang lebih hati-hati, mengingatkan publik dan sekutu internasional bahwa perjuangan Israel melawan aktivitas Hezbollah di Lebanon dan pengaruh militer Iran masih panjang.
