Wahana pendarat komersial seperti Starship dari SpaceX dan Blue Moon dari Blue Origin dijadwalkan untuk melaksanakan simulasi pendaratan dan pengujian sistem docking relawan pada akhir tahun 2027 yang akan datang. (Foto: Dok. Naronews/Ilustrasi)
Naronews.com, HOUSTON — telah secara resmi mengungkapkan nama empat astronaut yang akan terlibat dalam misi penting Artemis III. Misi yang direncanakan diluncurkan pada akhir tahun 2027 ini akan menjadi pengujian bagi kinerja kendaraan pendarat bulan yang dikembangkan oleh SpaceX dan Blue Origin di luar angkasa.
Pengumuman para anggota kru disampaikan langsung oleh Administrator NASA, Jared Isaacman, dalam sebuah acara di Houston, AS, pada Selasa (9/6/2026). Terdapat tiga astronaut berpengalaman dari AS—Andre Douglas, Frank Rubio, dan Randy Bresnik—serta satu astronaut dari European Space Agency (ESA) asal Italia, Luca Parmitano.
“Artemis III adalah peluncuran yang sangat menantang dan kompleks, serta memerlukan integrasi yang tinggi. Semua proses ini akan dilakukan dalam waktu singkat dengan meluncurkan tiga roket terkuat di dunia secara bersamaan,” jelas Manajer Program Artemis NASA, Jeremy Parsons.
Di dalam tim kru, astronaut berpengalaman Randy Bresnik ditunjuk sebagai komandan misi. Sementara itu, Luca Parmitano mencatatkan sejarah sebagai astronaut pertama dari Eropa yang terlibat dalam program bergengsi Artemis.
Simulasi Estafet di Orbit Bumi
Meskipun durasi misi ini selama dua minggu tidak diarahkan langsung menuju permukaan bulan, Artemis III memiliki peranan penting dalam mendukung usaha jangka panjang AS untuk menegaskan keberadaannya di satelit bumi, sekaligus menanggapi ambisi luar angkasa China yang berencana mendaratkan manusia di bulan pada tahun 2030.
Secara teknis, misi ini bertujuan menguji kemampuan untuk menyambungkan (docking) tiga kendaraan berbeda di orbit rendah Bumi. Proses ini akan dimulai dengan peluncuran kendaraan (Blue Moon) milik Blue Origin ke orbit, diikuti oleh kapsul Orion dari NASA yang membawa astronaut.
Kedua wahana dijadwalkan akan melakukan (docking) selama dua hari untuk serangkaian uji coba sistem. Setelah (Blue Moon) terpisah, wahana (Starship) dari SpaceX akan melanjutkan penyambungan dengan (Orion) selama satu hari sebelum seluruh kru kembali ke Bumi.
Langkah ini mengikuti suksesnya misi sebelumnya, yaitu Artemis I tanpa awak pada tahun 2022, serta Artemis II yang dilaksanakan pada April 2026, yang berjaya membawa tiga astronaut dari AS dan satu astronaut Kanada mengorbit bulan.
Ambisi di Tengah Hambatan Teknis
Walaupun jadwal telah ditetapkan, kedua raksasa teknologi luar angkasa swasta yang merupakan mitra NASA masih harus berusaha keras untuk menyelesaikan evaluasi teknis mereka.
SpaceX baru-baru ini menguji versi terbaru dari (Starship) yang dikhususkan dengan kemampuan logistik yang lebih baik untuk bulan. Sementara itu, Blue Origin sedang menangani investigasi terkait kecelakaan robohnya roket (New Glenn) di peluncuran Florida bulan lalu yang sempat mengganggu fasilitas peluncuran mereka.
Meskipun operasional (New Glenn) diperkirakan terhenti selama beberapa bulan ke depan, NASA yakin akan kemampuan kedua mitranya. “Kami percaya bahwa New Glenn akan siap pada waktunya untuk mendukung keberhasilan Artemis III,” tegas Parsons.
Angin Segar Bagi Diplomasi Antariksa Italia
Partisipasi Luca Parmitano menjadi titik balik positif bagi Italia dan ESA, setelah keputusan mengejutkan dari NASA untuk membatalkan proyek stasiun luar angkasa (Gateway) di orbit bulan—proyek yang awalnya melibatkan berbagai komponen yang dibuat oleh Eropa, Kanada, dan Jepang.
Sebagai langkah strategi, NASA saat ini memusatkan perhatian pada pengembangan basis tetap di permukaan Bulan dan memperkuat kerjasama langsung dengan pemerintah Italia.
Teodoro Valente, Presiden Badan Antariksa Italia, menekankan bahwa pemilihan Parmitano—yang merupakan astronaut non-Amerika kedua dalam sejarah program Artemis setelah Jeremy Hansen dari Kanada untuk Artemis II—adalah pengakuan nyata terhadap kekuatan tawar strategis Eropa dalam peta eksplorasi antariksa berawak di masa mendatang.
